BKPM Akui Target Investasi 2017 Selangit

 

Pemerintah menargetkan investasi 2017 mencapai angka Rp 678,8 triliun. Target itu disebut-sebut cukup tinggi, seperti diakui Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis.

Meski target tahun ini selangit, kata Azhar, jangan sampai membuat putus asa. Pasalnya, target tersebut belum seberapa bila dibandingkan dengan target 2018, yang jauh lebih tinggi.

“Tahun 2018 akan lebih tinggi lagi, mencapai Rp 863 triliun. Ini jangan malah membuat putus asa. Kita harus bekerja keras untuk meningkatkan realisasi investasi sehingga target dapat tercapai,” ujarnya.

Dikatakan, strategi yang dilakukan untuk mencapai target adalah dengan menggenjot investasi di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, konsolidasi antarlembaga daerah diharapkan bisa mempermudah semua proses perizinan sehingga bisa segera dilaksanakan.

Dia menjelaskan, untuk wilayah IV capaian 2016 dari target Rp 119 triliun dapat melebihi target, yakni Rp 119,3 triliun. Wilayah IV meliputi sebagian besar provinsi di wilayah timur seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, sedangkan Sulawesi masuk ke Wilayah III.

Menurut Azhar, arahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sangat jelas bahwa tema 2017 adalah ekonomi yang berkeadilan.“Oleh karena itu, proyek-proyek investasi yang berada di wilayah-wilayah pelosok seperti Indonesia Timur harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, perolehan investasi 2016 tercatat Rp 612,8 triliun. Angka itu dinyatakan melewati target yang ditentukan, yakni Rp 594,8 triliun.

“Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2016 mencapai Rp 612,8 triliun, meningkat 12,4 persen dibandingkan dengan capaian 2015 sebesar Rp 545,4 triliun,” katanya.

Azhar menjelaskan, capaian 2016 terdiri atas realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Target PMDN sebesar Rp 216,2 triliun, naik 20,5 persen, dan PMA sebesar Rp 396,6 triliun, berarti naik 8,4 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


17 − 2 =