Cara Mudah Kenali Gejala Stroke dengan Metode FAST

Foto: via OnliDoc

 

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Di Indonesia menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, jumlah orang yang meninggal akibat stroke ialah 6,7 juta. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak.

Baca Juga : Polemik Vaksin, Ada Oknum Manfaatkan untuk Bisnis dan Politik 

Biasanya stroke disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi tinggi kolesterol dan minim aktivitas fisik. Namun ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko stroke, misalnya orang yang kegemukan, hipertensi, atau diabetes yang tidak terkontrol.

Penanganan stroke seharusnya dilakukan dalam jangka waktu kurang lebih 4,5 jam setelah gejala pertama muncul. Agar sumbatan pembuluh darah di otak tidak bertambah parah dan risiko kecacatan yang lebih parah dapat dicegah.

Baca Juga :  Nanas dan mentimun sebabkan remaja putri Indonesia kurang gizi?

Oleh karena itu kita perlu mengetahui cara mudah mengenali gejala stroke dengan metode FAST. FAST merupakan singkatan dari:

– Face:  Apakah seseorang bisa tersenyum? Apakah ada perubahan simetri pada wajah?

– Arm:  Apakah lengan atau anggota gerak lainnya mengalami kelemahan? Coba angkat lengan ke atas dan lihat reaksinya.

– Speech:  Apakah tiba-tiba seseorang cadel atau sulit bicara? Coba instruksikan untuk mengulang kalimat sederhana.

– Time:  Segera lakukan pemeriksaan ke tenaga medis bisa melihat beberapa gejala tersebut.

Meski gejala stroke tiba-tiba pulih, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Gejala stroke itu bisa saja mendadak muncul kembali dengan kondisi lebih parah. Kadang-kadang dapat menyebabkan cacat sementara atau permanen. Tergantung pada berapa lama otak kekurangan aliran darah dan bagian mana yang terkena.

Baca Juga : 5 Manfaat Kesehatan Konsumsi Buah Duku

Komplikasi stroke mungkin termasuk:

– Kelumpuhan atau hilangnya gerakan otot

Seseorang mungkin menjadi lumpuh di satu sisi tubuh atau kehilangan kendali atas otot-otot tertentu, seperti otot-otot di satu sisi wajah atau satu lengan. Terapi fisik dapat membantu seseorang kembali ke aktivitas yang terkena kelumpuhan, seperti berjalan, makan, dan berdandan.

– Kesulitan berbicara atau menelan

Stroke dapat memengaruhi kontrol otot-otot di mulut dan tenggorokan, sehingga sulit untuk berbicara dengan jelas (dysarthria), menelan (disfagia) atau makan. Seseorang mungkin juga mengalami kesulitan dengan bahasa (afasia), termasuk berbicara atau memahami ucapan, membaca, atau menulis. Terapi dengan ahli bahasa bicara dapat membantu.

– Kehilangan memori atau kesulitan berpikir

Banyak orang yang mengalami stroke kemudian kehilangan ingatan. Orang lain mungkin mengalami kesulitan untuk berpikir, membuat penilaian, berpikir dan memahami konsep.

– Masalah emosional

Orang-orang yang mengalami stroke mungkin lebih sulit mengendalikan emosi mereka atau mungkin mengalami depresi.

– Rasa sakit, nyeri, mati rasa atau sensasi aneh lainnya dapat terjadi di bagian tubuh yang terkena stroke.

– Stroke juga membuat seseorang mungkin sensitif terhadap perubahan suhu, terutama dingin ekstrem.

Komplikasi ini dikenal sebagai nyeri stroke sentral atau sindrom nyeri sentral. Kondisi ini umumnya berkembang beberapa minggu setelah stroke dan dapat meningkat seiring waktu.

Grid 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × one =