China Akui “Perang Melawan Polusi” Sangat Lambat

Source: Internet

 

China kini sedang frustrasi menghadapi pencemaran atau polusi udara yang melanda di sejumlah kota di negara itu. Berbagai usaha yang disebut “perang melawan pencemaran” selama empat tahun ini belum maksimal, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Beijing mengakui, masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membersihkan udara kota dari polusi, mengingat penegakan hukum lingkungan yang lemah dan pemantauan tidak memadai di banyak kota.

Menteri Perlindungan Lingkungan, Chen Jining, Kamis (9/3/2017), mengatakan, telah ada kemajuan lebih cepat dalam “perang melawan pencemaran” di China bila dibandingkan dengan maju negara.

Namun, China masih perlu berbuat lebih banyak untuk membuat perusahaan dan pemerintah daerah mematuhi aturan. China utara merupakan wilayah yang paling parah dilanda pencemaran udara, terutama selama musim dingin ketika permintaan energi, yang sebagian besar berasal dari energi batu bara, meningkat tajam.

Sebagian besar wilayah China utara mengalami serangan beruntun kabut asap tebal sejak pertengahan Desember 2016. Puluhan kota berada pada kondisi kritis “siaga merah”. Publik mempertanyakan berbagai upaya anti-pencemaran yang menghabiskan miliaran yuan, yang dilakukan pemerintah dan kemungkinan korupsi di dalam penggunaan dana tersebut.

Kementerian terkait mengumumkan dan membuat malu puluhan perusahaan dan pemerintah lokal karena gagal untuk mematuhi batas darurat buangan industri dan lalu lintas. Walau demikian, Chen mengatakan China masih bergerak ke arah yang benar. “Jika kita melihat situasi secara keseluruhan kami melihat kemajuan,” kata Chen.

Ia menambahkan, “Itu bukan berarti mengatakan bahwa tidak ada tempat yang tidak memadai, terutama di tingkat distrik, yang merupakan fokus pekerjaan kami saat ini.”

“Kemampuan lingkungan” China jauh lebih lemah di musim dingin, katanya. “Langkah yang ditujukan untuk memecahkan polusi musim dingin sekarang sangat jelas”, dengan penerapan faktor kunci.

Chen mengatakan, 18 tim inspeksi sudah dibentuk untuk memantau wilayah Beijing, Tianjin, dan Hebei untuk mencari bukti pelanggaran lingkungan selama wabah kabut asap tebal. Mereka berfokus pada 400 kunci titik bermasalah.

Hebei, kawasan penghasil terbesar baja China dan tempat enam dari 10 kota dengan tingkat cemaran udara tertinggi di China pada 2016. Prioritas pada 2017 adalah mengendalikan emisi dari pembakaran batu bara oleh rumah tangga dan usaha kecil.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


20 − 14 =