Era Baru Brazil di Tangan Bolsonaro

Foto: via GettyImages//KyodoNews

 

Kemenangan politisi sayap kanan, Jair Bolsonaro (63) dalam putaran kedua pilpres Brazil yang digelar, Minggu lalu (27/10) mencerminkan kehendak mayoritas rakyat di negeri samba itu yang mendambakan perubahan ekonomi dan pemberantasan korupsi.

Sang mantan kapten, Bolsonaro yang diusung Partai Liberal Sosial (PSL) meraih 55,2 persen suara dibandingkan penantangnya, politisi sayap kiri, Fernando Haddad dari Partai Pekerja yang hanya mampu mengumpulkan 44,8 persen suara.

Baca Juga :  Barham Salih, Presiden Baru Irak

Dalam pernyataannya, Bolsonaro berjanji untuk mengubah kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh rezim Partai Pekerja yang telah berkuasa selama 13 tahun di negeri itu.

“Kita tidak bisa lagi bermesraaaan dengan paham sosialisme, komunisme, populisme dan ekstrim kiri. Kita harus mengubah nasib Brazil, “ ucap Bolsonaro seraya menjanjikan pemberantasan korupsi dan aksi-aksi kejahatan.

Namun di balik kemenangannya, muncul juga kecemasan terhadap sikap mantan tentara itu yang dinilai sering melontarkan pernyataan-pernyataan menyakitkan terhadap kaum perempuan, kelompok LGBT dan etnis kulit hitam.

Baca Juga :  Indonesia Tambah Pasukan Perdamaian PBB, Proporsi Perempuan Ditingkatkan

Sejumlah pegiat HAM juga mencemaskan bakal mundurnya proses demokrasi, mengingat sosok Bolsonaro sebagai pengagum rezim diktator yang berkuasa pada 1964 – l985 sebelum Brazil menjadi negara demokratis, apalagi ia juga sudah menyatakan akan mengajak sejumlah tokoh militer di kabinetnya.

Perekonomian Brazil di bawah pemerintahan Partai Pekerja dalam beberapa tahun terakhir ini memang terpuruk, bahkan sudah berada dalam taraf krisis dan diwarnai praktek mega korupsi yang mengantarkan mantan Presiden Lula da Silva meringkuk di bui.

Baca Juga : Korban Bocor Data Facebook Capai 87 Juta, Indonesia Urutan 3

Namun demikian, perubahan arah ekonomi yang bakal diberlakukan oleh Bolsonaro juga mengundang kontroversi, karena dengan sistem liberal yang mengandalkan kekuatan pasar dan sistem moneter ketat dengan pajak dan suku bunga tinggi, pertumbuhan dikhawatirkan malah bakal melemah.

Para pegiat linngkungan juga mencemaskan niat Bolsonaro yang sering dilontarkannya agar Brazil menarik diri dari kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim dan menghapus peraturan tentang lingkungan dalam upaya menarik investor asing.

KBKNews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × one =