Evakuasi Lion Air JT-610 Dihentikan, Proses Identifikasi Korban Tetap Lanjut

Tim SAR sedang menyisir perairan mencari korban pesawat Lion Air JT 610.(dok/Radar Bogor)

 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur menyatakan tetap akan melakukan proses identifikasi para korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pekan lalu kendati Badan SAR Nasional (Basarnas) nantinya menghentikan proses evakuasi.

Kepala Bidang DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer mengatakan, pemeriksaan itu nantinya untuk mengetahui DNA korban yang akan diambil oleh keluarga.

“Proses identifikasi masih berlanjut karena sampai hari ini pun kami masih memeriksa dan melalui sampel DNA postmortem yang akan dikirim lagi kepada Kepala Lab DNA untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Lisda Cancer di Jakarta, Selasa (6/11/2018) malam.

Tim DVI RS Polri Sukanto akan mengidentifikasi bagian tubuh penumpang Lion Air JT 610 teridentifikasi secara keseluruhan. Namun perwira menengah kepolisian itu belum dapat memastikan waktu identifikasi penumpang Lion Air akan berakhir.

Lisda menjelaskan apabila tim evakuasi tidak dapat menemukan bagian tubuh korban maka keluarga korban akan mendapatkan kepastian hukum dari pengadilan untuk mengurus surat kematian.

Sejauh ini, tim DVI telah mengidentifikasi 44 jenazah terdiri dari 33 laki-laki dan 11 perempuan penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi.

Terbaru, Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI) memberikan konfirmasi hasil identifikasi 13 jenazah.

Ke-13 jenazah tersebut adalah, yaitu Rudolf Petrous Sayers (laki-laki), Eka Suganda (laki-laki), Fifi Hajanto (wanita), Hendra(laki-laki), Dede Anggraini (wanita), Vera Junita(wanita), Restia Amelia (wanita), Eryanto (laki-laki), Reni Ariyanti (wanita), Muhammad Ravi Andrian (laki-laki), Niar Ruri Sunarniat Soegiyono (laki-laki), Sudibyo Onggowardoyo (laki-laki) dan Mito (laki-laki).

Corporate Secretary Lion Air, Danang Mandala menjelaskan konfirmasi tersebut disampaikansetelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI.

“Lion Air  resmi menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS POLRI). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto,” tutur Danang dalam siaran persnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


10 + 5 =