Gerindra: Prabowo Tak Benci Jurnalis, tapi Pemilik Media Partisan

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.(dok/Ist)

 

Partai Gerindra melalui Sekretaris Jendral, Ahmad Muzani membela pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Menurut Muzani, Prabowo itu tidak benci atau marah kepada jurnalis yang sedang meliput kegiatannya.

Tapi, Prabowo yang akan berpasangan dengan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019 itu marah kepada pemilik media yang saat ini nampak seperti partisan politik daripada menjadi rujukan informasi bagi masyarakat.

“Setahu saya, Pak Prabowo itu menyalahkan para jurnalis dan wartawan di lapangan yang telah melaksanakan tugasnya. Tapi, mengkritik para petinggi dan pemilik media yang memang terkesan sebagai partisan politik,” kata Muzani lewat keterangannya, Kamis (6/12).

Menurut Muzani, ada tindakan dari pihak tertentu yang mempengaruhi media arus utama untuk tidak bersikap objektif saat memberitakan kegiatan Prabowo Subianto.

“Ada beberapa peristiwa ya. Pertama pidato Pak Prabowo soal profesor fisika, ini dipelintir. Soal ojol, ini dipelintir. Bahkan soal dukungan Prabowo ke Palestina juga dianggap pro Israel, jelas ini ada yang bermain,” tutur Muzani.

Kemudian, kata dia, puncak kekesalan Prabowo adalah ketika sejumlah media televisi tidak secara proporsional memberitakan acara Reuni 212.

“Ketika acara yang sangat besar dan menjadi salah satu sejarah berkumpulnya umat Islam Indonesia malah tidak ditayangkan. Malah kebanyakan dari media menyoroti pasca reuni. Ada soal sampahnya, ada soal ditunggangi kelompok politik tertentu. Ini kan bahayanya. Masyarakat tidak dapat informasi yang benar,” terang Muzani.

Padahal, lanjut Muzani, media seharusnya bersikap objektif dan berkewajiban memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi.

“Masyarakat punya hak untuk mendapat informasi yang benar. Apalagi, media TV itu kan menggunakan frekuensi publik yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan pemberitaan yang objektif dan bukan untuk kepentingan sekelompok orang saja,” ucap Muzani.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


three + eleven =