Jadwal Liga 2018 Masih Tidak Jelas

Foto: via PSS-Sleman

 

Jakarta  —  Operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) masih belum dapat merilis jadwal kick off Liga 1 2018. Direktur Operasional LIB Tigor Shalom Boboy memastikan kick-off Liga 1 mundur dari jadwal yang semula direncanakan 10 Maret 2018. Tigor menyebut ada dua hal yang membuat pihaknya belum dapat memastikan dimulainya kompetisi, yakni utang subsidi kompetisi 2017 kepada klub dan belum diterimanya program tahunan dari PSSI.

Terkait utang subsidi, Tigor menyebut klub akan mendapatkan pembayaran setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (8/3). “Kemungkinan mundur, saya jawab ‘ya’. Karena kami masih fokus akan kewajiban kami. RUPS akan kami jalankan tanggal 8 Maret, setelah itu baru kami bicarakan dan ada titik terang kompetisi jalan kapan,” ujar Tigor dalam Managers Meeting Liga 1 di Jakarta, Jumat (2/3).

“Mundur atau maju kami harus siap dengan konsekuensi terburuk. Karena PSSI sudah memberi sinyal, atau sebenarnya itu perintah untuk jangan menjalankan kompetisi sebelum semuanya terselesaikan dari tahun lalu dan itu pasti akan kami jalankan,” sambungnya. Saat ini PSSI hanya memberikan program Timnas sampai Asian Games 2018 yang bakal digelar Agustus mendatang.

Sementara program untuk Piala AFF 2018 belum diberikan, termasuk keinginan untuk menurunkan Timnas Indonesia U-23 atau senior di turnamen dua tahunan itu. “Kami sudah minta opsi sebenarnya lewat pembicaraan intens dengan PSSI yang terlibat dalam hal ini untuk menentukan kapan jadwal mulai Liga. Penting bagi kami menjamin klub tidak dirugikan terhadap jadwal yang kami berikan,” terang Tigor.

Menurut Tigor, PT LIB saat ini masih mengupayakan agar jadwal Liga 1 2018 dapat segera dimulai karena membutuhkan waktu pelaksanaan yang cukup panjang. Jumlah pekan ideal yang dibutuhkan untuk menggelar sebuah kompetisi seperti Liga 1 2018 yang diikuti 18 klub adalah 32 pekan. Jika kompetisi baru dimulai pada akhir Maret, maka ada potensi Liga 1 akan bertabrakan dengan Piala AFF 2018 yang berlangsung pada November mendatang.

“Kami minta ke PSSI, apakah boleh kompetisi kami bertabrakan dengan Piala AFF. Kami juga perlu tahu berapa pemain [Timnas Indonesia] yang akan dipanggil nanti. Sebenarnya, yang jadi persoalan kami boleh menabrak [jadwal] Piala AFF atau tidak, sebab kalau permasalahan yang lain sudah tidak ada.” “Bila dimulai Maret dan Oktober harus selesai, kami menyerah. Tapi kalau mulai Maret selesai November atau Desember, itu yang kami harapkan,” ujar Tigor. Selain penyelenggaraan Piala AFF 2018, terdapat agenda lain yang dapat memengaruhi jadwal Liga 1 2018 seperti Asian Games, Pilkada, dan kejuaraan Piala Indonesia.

 

CNNIndonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


9 + 5 =