J&T Alibaba Incar Usaha Kecil dan Menengah

 

By: Fauzan

 

Merujuk laporan Deloitte Access Economics, peningkatan penggunaan platform digital untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 2 persen. Sayangnya, baru 9 persen dari total 56,5 juta UKM yang memanfaatkan platform online atau memiliki toko daring.

Data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) lebih “miris”. Kontribusi UKM terhadap total ekspor hanya 15,8 persen, paling rendah di antara negara-negara Asia Tenggara.

Dari sisi ekspor, perusahaan bentukan J&T dan Alibaba tertarik untuk menggarap pasar UKM. Mereka melihat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh UKM Indonesia kala akan mempromosikan produknya.

“Kami melihat potensi yang besar pada pengusaha Indonesia kelas menengah dan produk-produk yang berkualitas. Namun, seringkali mereka mengalami kendala dalam menjual produknya ke pasaran baik dalam negeri maupun internasional,” ujar Jack Zhang, General Manager of Oversea B2B of Alibaba Group, di Jakarta, Selasa (9/5).

Untuk awal mula, mereka tak ingin muluk-muluk menargetkan nilai transaksi yang bakal dikantongi. Kata Zhang, lebih penting menginformasikan terlebih dahulu kepada masyarakat daripada sesumbar soal nilai transaksi.

“Belum bisa kami share angka transaksi itu. Terpenting adalah informasi ke masyarakat terlebih dahulu,” ucapnya.

Saat ini terdapat 25 cabang J&T Alibaba yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari kota-kota besar hingga ke kota-kota tier kedua. Ke-25 cabang itu berlokasi di Aceh, Bali dan Nusa Tenggara, Balikpapan, Bandung, Banten, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bogor, Depok, Jakarta, Jambi, Yogyakarta, Lampung, Makassar, Manado, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Rantauprapat, Sampit, Semarang, dan Surabaya.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × 1 =