Kolombia Tawarkan Wisata Kokain, Alkohol, dan “Seks Tak Terbatas”

Source: Internet

 

Pengelola wisata di sebuah pulau di lepas pantai Cartagena, Kolombia, menawarkan kokain, alkohol gratis dan “seks tak terbatas” bagi para wisatawan.

Perusahaan jasa itu mengiklankan sebuah suasana liburan dengan pelayanan ekstra, yakni pesta pora dengan para pekerja seks komersial di sebuah pulau di negara “obat bius” itu.

Dalam dua video iklan wisata ditunjukkan, para pria datang untuk sebuah pesta narkoba, minuman alkohol gratis, dan pesta  “seks tak terbatas”, seperti dilaporkan Daily Mirror, akhir pekan lalu.

Pada saat berita ini diturunkan pada Senin (9/10/2017), tersisa 12 tiket wisata lagi dari 30 tiket yang disediakan. Satu tiket wisata ke pulau itu adalah 5.000 dollar AS untuk paket tiga malam dan empat hari.

Pada hari kedua dari empat hari wisata “ pulau seks”, para tamu akan dikelingin 16 perempuan muda. Pihak penyelenggara mengatakan, para pelanggan akan menemukan “diri seutuhnya”.

Liburan ke pulau tersebut ditawarkan oleh sebuah kelompok bernama Good Girls Company, yang mengiklankan sebuah perjalanan antara 24 dan 27 November 2017.

Di situsnya, perusahaan tersebut mengatakan, para klien akan dapat “menjalani kehidupan seperti yang selalu Anda bayangkan”, dan menggambarkannya sebagai “lingkungan yang bijaksana dan indah bagi pria untuk memenuhi fantasi terliar mereka”.

Enam puluh wanita tunasusila akan bersaing untuk merebut perhatian dari 30 orang dalam perjalanan tersebut, kata perusahaan tersebut.

Good Girls Company menjelaskan di media sosial, “Kami akan menyediakan 60 hot women yang melayani 30 tamu, akan ada dua wanita untuk masing-masingnya (tersedia) 24 jam sehari. Harga sudah termasuk semua paket makanan.”

“Pulau seks” berada di lepas pantai Cartagena di pantai utara Kolombia. Meskipun pelacuran tidak dilarang di Kolombia, pekerjaan sebagai mucikari adalah kejahatan.

Namun, tampaknya ketentuan terakhir itu tidak berlaku untuk penyedia perjalanan wisata yang menyediakan puluhan perempuan muda bagi para tamunya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


15 + 9 =