Korut: Kebijakan ‘America First’ Trump Lebih Buruk dari Nazi Hitler

 

Pemerintah Korea Utara (Korut) melalui medianya, KCNA, mencemooh kebijakan “America First” Presiden Donald Trump dengan menyebutnya lebih buruk dari rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler. “America First” adalah kebijakan Trump yang memprioritaskan orang dan kepentingan Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia. Korut yang dipimpin Kim Jong-un menilai kebijakan Trump itu lebih ganas, brutal dan chauvinistik dibandingkan dengan kebijakan yang pernah dibuat Hitler di masa silam.

Pernyataan rezim Pyongyang ini muncul menjelang persiapan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mengunjungi Washington. Kunjungan ini akan menjadi perjalanan penting bagi presiden baru Korea Selatan untuk bertemu Trump. Retorika anti-AS semakin gencar disuarakan Pyongyang setelah Korut disalahkan atas kematian tahanan asal AS, Otto Warmbier. Pyongyang sebelumnya meledek presiden Donald Trump dengan sebutan ”orang gila” setelah presiden AS itu mengutuk rezim Kim Jong-un atas kematian Warmbier.

KCNA dalam editorial berjudul “American-first Principle’ – Nazism in 21st Century Rejected” pada Selasa (27/6/2017), juga mengkritik kebijakan kontroversial Trump seperti larangan masuk warga asal enam negara mayoritas Muslim dan penarikan diri AS dari Kesepakatan Iklim Paris. ”Politik anti-imigrasi, sedikit sedikit dari soal politik rasis fasis, telah menyentuh keengganan dari bisnis besar yang mendapatkan keuntungan besar dengan mengandalkan orang-orang berbakat berimigrasi, dan telah memicu ejekan oleh orang-orang dunia karena menolak sejarah AS. Itu sebuah negara multi-nasional dan multi-rasial,” bunyi editorial tersebut.

”Prinsip ‘America First’ membangkitkan kecaman publik di dalam dan di luar negeri karena menganjurkan dominasi dunia dengan jalan lain menuju sarana militer seperti halnya konsep Hitler tentang pekerjaannya di dunia,” lanjut tulisan media pemerintah Korut.

Lebih lanjut, rezim Pyongyang juga mengecam sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Korut terkait program senjata nuklir dan rudalnya. ”Tindakan liarnya untuk memblokir bahkan untuk peralatan medis dan obat-obatan, untuk mengatakan bahwa tidak ada satu pun setetes bahan bakar minyak untuk memasuki negara, adalah tindakan yang tidak etis dan tidak manusiawi, jauh melebihi tingkat blokade Hitler terhadap Leningrad,” imbuh editorial KCNA.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


13 + 20 =