Kuliner Betawi: Sayur Besan dan Pecak Bikin Lidah Berdecak

 

Wisata kuliner saat ini begitu populer. Kita bisa menemukan banyak sekali tayangan atau cerita mengenai makanan dan minuman. Setiap kota atau daerah memiliki kuliner yang menjadi ciri khasnya.

Bagaimana dengan kuliner khas Ibu Kota Jakarta? Soto betawi adalah salah satu jenis masakan yang paling populer. Kita bisa menemukannya di segala tempat, dari mulai kedai kaki lima sampai hotel bintang lima. Begitu pula dengan kuliner Betawi lainnya seperti ketoprak, ketupat sayur, dan nasi uduk.

Namun, pernahkah Anda mendengar tentang sayur besan? Pasti asing di telinga karena faktanya sayur besan semakin terpinggirkan. Sayur besan adalah sayur khas Betawi yang terdiri dari bahan utama terubuk atau biasa disebut dengan tebu telur atau telur tebu, yaitu sejenis tebu yang dikonsumsi bunganya. Terubuk dimasak bersama kuah santan dengan tambahan kentang, buncis, wortel, soun atau bihun, dan petai.

Namanya menjadi sayur besan lantaran dijadikan antaran untuk besan (keluarga mempelai) karena butir-butir terubuk yang menyatu menjadi bonggol melambangkan dua keluarga yang menyatu dalam ikatan kekeluargaan lewat perkawinan. Dalam masyarakat Betawi tradisional, keluarga dari pihak lelaki akan membawa sayur besan untuk diberikan kepada keluarga mempelai perempuan.

Datanglah lebih cepat kalau tidak mau kehabisan sayur besan (Foto: Dessy Savitri)

Seiring perkembangan zaman dan semakin sulitnya mencari terubuk, sayur besan pun menjadi makanan langka. Tidak banyak warung yang menjual kuliner khas Betawi yang menyediakan sayur khas ini.

Penasaran ingin mencobanya? Anda bisa datang ke Warung Besan Pak Udin yang terletak di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lho, kok masakan Betawi adanya di Jawa Barat? Parung merupakan daerah perbatasan Jakarta Selatan dan Jawa Barat. Banyak orang Betawi yang dulu bermukim di Jakarta sekarang tergusur ke pinggiran Jakarta, seperti kawasan Parung ini.

Warung Besan yang terletak di depan Koramil Parung ini buka setiap hari mulai pukul 11 siang sampai jam 5 sore. Makanan yang disajikan cukup beragam, tetapi bila mengincar sayur besan, pastikan Anda datang sebelum pukul 13.00 karena sayur besan adalah sayur yang paling cepat habis.

Menu masakan Betawi yang disediakan di sini selain sayur besan, yakni semur jengkol, pesmol ikan mas, ikan gurame, ikan mujair, dan ikan bandeng. Ada juga menu pepes peda, pepes jamur, dan pepes tahu, bandeng goreng, kembung goreng, tongkol goreng, dan ayam goreng dengan sambal khas Betawi.

Pesmol terasa gurih dengan banyaknya kemiri serta kencur dan ketumbar yang digunakan sebagai bumbu dengan rasa segar yang dihadirkan tomat iris di dalam kuahnya.

Melacak Pecak Sampai ke Perbatasan

Selain pesmol, masyarakat Betawi juga memiliki menu berbahan ikan yang khas, yaitu pecak. Masakan kaya bumbu rempah dengan taburan kemangi, potongan tomat hijau, serta rasa segar yang hadir dari belimbing sayur.

Pecak ikan mas yang membuat lidah berdecak (Foto: Dessy Savitri)

Pecak memiliki rasa dan aroma yang khas. Bumbu-bumbu rempahnya terdiri atas asam jawa, jeruk, salam, kunyit, jahe, lengkuas, daun lengkuas, bawang, dan cabai bakar yang terasa pedas, tetapi meninggalkan kesegaran serta sensasi seru di lidah. Ikan yang dibuat pecak biasanya ikan gurame, ikan mas, ikan mujair, ikan lele, serta ikan gabus. Selain ikan, bahan makanan lain pun bisa dibuat pecak, seperti ayam dan jengkol.

Mau makan pecak ikan yang membuat lidah berdecak? Silakan mampir ke Dapur Betawi Cabe 5 yang terdapat di Jalan Raya Ciputat – Parung, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai pukul 21.00, kecuali hari Senin. Anda juga bisa datang ke Dapur Betawi Cabe 5 lainnya yang terdapat di Jalan Cabe V, Pondok Cabe, atau di Jalan Cinere Raya.

Menikmati kuliner Betawi langka dalam suasana sejuk (Foto: Dessy Savitri)

Dapur Betawi kental dengan nuansa adat Betawi. Penataan meja makan dan ruangannya khas rumah Betawi. Di pintu utama dihiasi sepasang patung ondel-ondel. Terpajang pula angkutan umum yang kerap digunakan warga Betawi pada masa lampau, yaitu bemo, yang sekarang sudah punah. Angkutan yang sudah punah lainnya adalah oplet, yang digunakan sebagai kendaraan utama dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Sebagai rumah makan pengusung tema Betawi, sang pemilik tak lupa memasang potret keluarga Si Doel tersebut di dindingnya.

Bemo sebagai pajangan (Foto: Dessy Savitri)

Rumah makan yang mengusung tagline “Makanan Terlangka di Dunia: Jagonya Masakan Betawi” ini memang mengkhususkan diri dengan sajian kuliner Betawi, terutama yang sudah langka seperti pecak gurame, sayur besan, semur jengkol, dan gabung pucung.

Gabus Pucung dan Tradisi Nyorog

Gabus Pucung merupakan makanan khas orang Betawi asli di era 70an yang sudah langka, berupa ikan gabus yang dipadukan dengan kuah pucung yang memiliki cita rasa asin dan gurih. Gabus pucung sekarang sudah hampir punah lantaran bahan bakunya sulit diperoleh.

Bahan baku utama yaitu ikan gabus yang habitatnya hidup di sungai, sawah, atau rawa dan tidak bisa dibudidayakan. Selain ikan gabus, buah pucung yang merupakan bahan untuk kuahnya yang hitam itu juga agak sulit ditemukan karena tempat tumbuhnya yang berada di pinggiran hutan.

Pucung lebih populer disebut kluwek, biasa digunakan untuk memasak rawon. Ya, gabus pucung memang hampir mirip dengan rawon yang merupakan makanan khas Jawa Timur. Bedanya, kuah gabus pucung lebih kental dan gurih. Saat ini buah pucung sudah tidak ada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Untuk mendapatkan buah pucung para pembuat masakan khas Betawi ini mesti mencarinya di pinggiran hutan Bogor, daerah Jawa, atau di pasar-pasar tradisional.

Gabus pucung juga merupakan salah satu makanan yang ada dalam tradisi “nyorog” pada masyarakat Betawi. Nyorog adalah tradisi Betawi berupa kewajiban mengantarkan makanan kepada orangtua, atau oleh menantu kepada mertua setiap menjelang bulan puasa dan Hari Raya Lebaran.

Gabus pucung masih dapat ditemukan di beberapa rumah makan di pinggiran Jakarta. Selain di Dapur Betawi Cabe 5, Anda juga bisa menikmatinya di Rumah Makan Ibu Arab yang terletak di Lebak Wangi, Parung, atau di Warung Gabus Pucung Vila Betawi, Pancoran Mas, Depok.

Masakan-masakan khas Betawi tersebut mungkin terdengar asing, khususnya di telinga generasi milenial. Namun, dengan semakin banyaknya kalangan yang peduli tentang pelestarian makanan tradisional diharapkan kuliner Betawi tidak punah ditelan zaman. Kuliner Betawi bisa tetap eksis untuk dinikmati oleh anak zaman now dan generasi mendatang, dan pada gilirannya bisa diperkenalkan sebagai makanan nasional Indonesia serta go international.

Thepressweek

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


15 − 1 =