Lawan Inggris, Kroasia Andalkan Pengalaman Pemainnya di Premier League

Foto: via CNet

 

Tidak ada yang menyangka Kroasia mampu menampilkan performa brilian hingga masuk semifinal Piala Dunia 2018. Menyelesaikan fase grup sebagai juara grup dengan nilai sempurna 9 poin, diantaranya membantai Argentina yang diperkuat Lionel Messi dengan skor 3-0 membuktikan tim ini memang dipersiapkan dengan baik oleh pelatih Zlatko Dalic dan bukan mengandalkan keberuntungan semata.

Bermaterikan para pemain yang berasal dari klub-klub besar dan berprestasi seperti Luka Modric (Real Madrid), Mario Mandzukic (Juventus), Dejan Lovren (Liverpool) hingga kiper Daniel Subasic (Monaco) membuat tim Kroasia saat ini adalah tim yang semakin matang dan padu dari sisi permainan.

Meskipun saat memasuki fase gugur, Kroasia harus bersusah payah hingga 120 menit dan melewati adu penalti 2 kali saat melawan Denmark dan tuan rumah Rusia, tim kotak-kotak ini selalu berhasil lolos dari lubang jarum dan berhasil masuk semifinal. Sebelum Kroasia, hanya ada 1 tim yang berhasil lolos ke final dengan menang adu penalti 2 kali, yaitu Argentina pada Piala Dunia 1990. Sayang mereka gagal di final melawan Jerman Barat.

Kini, bermodalkan generasi emas kedua setelah tahun 1998, Kroasia siap melawan Inggris. Cukup banyak pemain Kroasia yang sukses saat bermain di Premier League membuat mereka sudah memiliki strategi jitu untuk mengalahkan Inggris. Luka Modric, eks Tottenham serta Dejan Lovren (Liverpool) hingga Andrij Kramaric (eks Leicester) sudah paham para pemain yang akan dihadapinya.

Mengandalkan kekuatan lini tengah yang solid dan kompak, Kroasia mungkin akan mengajak Inggris bermain hingga titik penghabisan dengan tujuan mencuri gol di menit-menit akhir atau mengakhiri pertandingan dengan adu penalti. Jika adu penalti, Kroasia punya 1 kartu as dalam diri Daniel Subasic yang berhasil mematahkan 6 tendangan penalti dalam 2 laga terakhir.

Bukti lekatnya keberuntungan dengan Kroasia pun terlihat selama performa mereka di Rusia. Meskipun sempat gagal eksekusi setelah mendapat hadiah penalti, Luka Modric dkk selalu berhasil menang adu penalti.

Skuat Inggris pun tentu sudah mengantisipasi jika harus bertemu babak adu penalti karena sebelumnya mereka pun sempat adu penalti melawan Kolombia. Meski rekor mereka buruk, 1 kali menang dan 6 kali kalah, namun skuat Inggris saat ini sudah lebih siap. Ditambah adanya psikolog tim yang mampu meningkatkan mental tim membuat seharusnya Inggris bisa melangkah ke final untuk melawan Prancis.

Walau Southgate mengatakan bahwa adu penalti bukanlah sebuah hasil keberuntungan melainkan kesiapan, namun menjuarai Piala Dunia tetap butuh dewi fortuna. Akankah sang dewi fortuna tetap ada di sisi Inggris untuk mengulang langkah mereka menjuarai Piala Dunia di tahun 1966?

Sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


10 + seventeen =