Menhan Tegaskan Terorisme Bukan Ajaran Islam

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.(dok/Kabar24)

 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, jika aksi terorisme yang marak terjadi bukan merupakan ajaran dari agama Islam. Ryamizard Ryacudu juga menggaris bawahi, para teroris itu sebetulnya yang menjadi musuh nyata Islam.

Pernyataan Menhan itu diungkapkan saat memberikan sambutan di seminar Indo Defence bertajuk “Ensuring Regional Stability through Cooperation on Counter Terrorism” di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

“Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini,” kata.

Ryamizard melanjutkan, setidaknya ada dua ancaman yang sedang dihadapi setiap negara, termasuk Indonesia. Pertama yang bersifat nyata atau terlihat. Kedua ancaman belum nyata.

Ia mencontohkan, ancaman belum nyata yakni perang antarnegara. Sementara ancaman nyata yaitu terorisme, bencana alam, hingga pemberontakan.

Menurut Ryamizard, untuk menghadapi teroris harus dengan kekuatan seluruh masyarakat Indonesia.

“Yang nyata sekali adalah teroris. Teroris yang kita hadapi sekarang adalah teroris generasi ketiga. Pertama adalah Al-Qaeda, dia menghantam ke barat. Kedua ini seluruhnya dia ngaku-ngaku Islam dan merusak Islam. Sebenarnya teroris musuh Islam karena merusak nama Islam,” tutur mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Generasi kedua itu ISIS, ketiga adalah pahlawan atau pejuang yang pulang dari Suriah, Afghanistan. “Nah itu generasi ketiga,” ujarnya.

Ia menyebut ISIS lahir akibat konflik politik di Irak dan Suriah, namun tidak ada kaitannya dengan Islam. “ISIS pada mulainya hanyalah kekuatan di Irak. Di sini perlu kita garis bawahi bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik Irak-Suriah yang nggak ada kaitannya dengan agama. Dia biar keren ngaku Islam biar semua dunia bantu dia, (padahal) dia merusak Islam,” tegas purnawirawan Jenderal bintang empat ini.

“Polri-TNI dan seluruh masyarakat Indonesia harus bekerja sama menghadapi musuh semua negara itu,” tuturnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five + fifteen =