Migrant Care Desak Pemimpin ASEAN Lindungi Buruh Migran

Source : university of Melbourne

 

Migrant Care mendesak para pemimpin ASEAN untuk mengakui kontribusi signifikan buruh migran ASEAN dengan mendorong lahirnya instrumen perlindungan buruh migran dalam bentuk Konvensi ASEAN untuk perlindungan buruh migran yang lebih mempunyai perikatan hukum (legally binding) yang berbasis pada instrumen-instrumen internasional yang terkait dengan perlindunganburuh migran.

Selain itu perlu didorong adanya Komisi ASEAN untuk perlindungan buruh migran untuk memastikan terselenggaranya akses keadilan dan perlindungan HAM buruh migran di kawasan ASEAN.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, kepada SP, Selasa (14/11).
Wahyu mengatakan seperti itu terkait pada Senin (13/11) di Manila, Philipina,
para pemimpin ASEAN menandatangani “ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers,” setelah melalui pembahasan yg bertele-tele untuk mengimplementasikan Cebu Declaration on Promotion and Protection the Rights of Migrant Workers pada Januari 2007.

Menurut Wahyu, dibanding pilar-pilar lain yang menghasilkan sejumlah keputusan mengikat dan melahirkan kelembagaan baru seperti ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) tidak ada hasil yang signfikan dari proses pembahasan instrumen dan mekanisme perlindungan buruh migran di ASEAN. Padahal, secara ekonomi buruh migran di kawasan ASEAN adalah penggerak utama ekonomi kawasan ini. Dari sepuluh besar penerima remitansi terbesar sedunia, 3 diantaranya dari negara-negara ASEAN yaitu Philipina, Vietnam dan Indonesia.

Realitas lain yang terjadi kerentanan-kerentanan yang dihadapi buruh migran di kawasan ASEAN juga membutuhkan kehadiran dan perlindungan negara. Namun hingga saat ini kehadiran dan perlindungan negara masih sangat terbatas. Tentu saja kehadiran ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers patut diapresiasi namun konsensus ini tidak cukup memadai dan tidak signifikan menjadi instrumen perlindungan buruh migran ASEAN.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seventeen − ten =