Militan Asal Indonesia Tertangkap di Marawi

Source: Internet

 

Pasukan keamanan Filipina menyatakan telah berhasil menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga anggota militan pro-Islamic State (ISIS) yang turut bertempur di wilayah selatan Kota Marawi pada Mei lalu.

Penangkapan WNI ini disampaikan oleh pejabat militer dan kepolisian Filipina saat mereka menggelar operasi pembersihan teroris pada Rabu (1/11) pagi kemarin.

“Kami menangkapnya pada Rabu pagi,” kata wakil Komandan Pasukan Gugus Tugas Militer untuk wilayah Marawi, Kolonel Romeo Brawner.

Sementara berdasarkan keterangan kepala kepolisian wilayah Lanao del Sur, Joel Guyguyon, WNI yang tertangkap itu diidentifikasi bernama Muhammad Ilham Syaputra. Guyguyon menambahkan bahwa Muhammad Ilham Syaputra, 23 tahun, datang ke Manila sekitar November lalu atas undangan dari Isnilon Hapilon, pemimpin Abu Sayyaf yang disebut-sebut sebagai emir ISIS Asia Tenggara, untuk bergabung.

Kantor berita CNN Filipina menyebut Muhammad Ilham Syaputra berasal dari Medan, Sumatera Utara, dan merupakan salah satu dalang di balik serangan bom Thamrin yang menewaskan lebih dari 15 orang pada Januari 2016 lalu.

Saat tertangkap ketika berusaha meloloskan diri dengan menyeberangi sebuah danau di Barangay Loksadatu, pihak berwenang Filipina menyita telepon genggam, mata uang Filipina, Indonesia dan beberapa riyal Arab Saudi, pistol, beberapa granat, dan sebuah paspor Indonesia, dari tas yang dibawa Muhammad Ilham Syaputra.

Ditambahkan oleh Guyguyon, ada dua luka tembak di tubuh Muhammad Ilham Syaputra saat tertangkap. Karena kondisi itu, Muhammad Ilham Syaputra harus menjalani perawatan medis.

Saat ini pihak berwenang di Filipina sedang mempersiapkan Muhammad Ilham Syaputra untuk menjalani pemeriksaan resmi di Kementerian Kehakiman. “Kami tengah mempersiapkan laporan penyelidikan untuk mengajukan sejumlah tuntutan terhadapnya atas upaya pemberontakan dan terorisme,” kata Guyguyon.

Guyguyon juga menambahkan berdasarkan upaya mengorek keterangan dari Muhammad Ilham Syaputra diperoleh informasi masih ada beberapa anggota militan yang bersembunyi di pusat kota Marawi.

Belum Ada Notifikasi

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengaku belum mendapat notifikasi resmi dari Filipina mengenai penangkapan WNI atas nama Muhammad Ilham Syaputra ini.

“Kalau benar ada WNI yang ditangkap, seharusnya ada notifikasi kekonsuleran kepada KBRI,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal. “Namun demikian, kami belum menerima informasi resmi apa pun dari pihak Filipina hingga saat ini,” imbuh dia.

Tertangkapnya anggota kelompok militan asing di Filipina telah menyebabkan kekhawatiran bahwa wilayah selatan Filipina akan dijadikan pusat bagi pergerakan ISIS di Asia Tenggara.

Selama lima bulan terakhir, pasukan militer Filipina terus berupaya menahan arus masuknya simpatisan ISIS asing terutama yang berasal dari Indonesia, Malaysia, serta kawasan Timur Tengah lainnya, agar tak masuk ke Filipina.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


thirteen − twelve =