Rekening Bank Eks Putera Mahkota Dibekukan

source : Wall Street Journal

 

Mohammed bin Nayef, mantan Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi yang disingkirkan dari pewaris takhta pada Juni lalu, diwartakan Al Jazeera edisi Kamis (9/11) jadi anggota keluarga kerajaan yang jadi sasaran trerbaru kampanye antikorupsi.

Mengutip dari kantor berita Reuters dan Wall Street Journal, sejumlah rekening bank milik Mohammed bin Nayef serta kerabat dekatnya telah dibekukan oleh otoritas di Arab Saudi sejak Rabu (8/11).

“Pembekuan rekening bank Mohammed bin Nayef merupakan langkah terkini kampanye antikorupsi oleh Arab Saudi dan merupakan bagian dari perluasan kampanye antikorupsi sejak akhir pekan lalu,” demikian tulis Reuters.

Dalam kampanye pemberantasan koruptor yang dimulai Sabtu (4/11) lalu, 11 pangeran yang merupakan anggota kelarga kerajaan, pejabat pemerintah yang terdiri 4 menteri dan sejumlah mantanmenteri, serta pebisnis berpengaruh di Arab Saudi, telah ditahan atas beragam tuntutan seperti tindak pidana pencucian uang dan suap.

Selama masa kampanye antikorupsi tersebut, sudah lebih dari 1.700 rekening bank di bank lokal Arab Saudi telah dibekukan dan pembekuan itu kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya pejabat yang akan ditangkap karena diduga telah melakukan kejahatan korupsi.

Sementara itu dikeluarkannya kebijakan antikorupsi ini disebut-sebut sebagai upaya Putera Mahkota Mohammed bin Salman dalam mengamankan kekuasaan atas negara, politik, dan bisnis.

Kampanye antikorupsi di Arab Saudi gencar dilakukan sejak akhir pekan lalu setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, mengumumkan bahwa anak laki-lakinya yang jadi Putera Mahkota Arab Saudi, akan memimpin komisi antikorupsi yang baru terbentuk dengan tujuan membersihkan negara dari segala elemen korupsi.

Salah satu pangeran yang turut ditahan dalam kampanye antikorupsi ini adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang pebisnis miliuner yang memiliki firma investasi Kingdom Holding yang juga saat ini dibekukan operasionalnya.

Lampaui Batas Negara

Pada bagian lain dilaporkan bahwa kampanye antikorupsi di Arab Saudi telah melampaui perbatasan negaranya dan komisi antikorupsi Arab Saudi telah meminta pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) agar bank di negara ini memberikan informasi keuangan dari 19 warga negara Arab Saudi yang telah ditahan dan jika dimungkinkan dilakukan pembekuan rekening bank.

Semua warga Arab Saudi yang ditangkap dalam kampanye antikorupsi, termasuk Pangeran Alwaleed bin Talal, diketahui memiliki rekening bank di UEA dan pemerintah Arab Saudi ingin agar seluruh aset para tahanan koruptor yang diparkir di luar negeri segera dikembalikan.

“Korupsi di Arab Saudi yang telah terjadi bertahun-tahun, diperkirakan mengambil sekitar 800 miliar dollar AS dari pendapatan negara,” lapor Kamar Dagang dan Industri di Riyadh. Institusi itu juga menyebutkan bahwa uang korupsi itu telah ditransfer ke luar negeri seperti Swiss dan Inggris.

Lembaga pengelolaan kemakmuran Arab Saudi melaporkan sejak kampanye antikorupsi dimulai, banyak orang kaya di negara ini mencairkan aset harta kekayaan mereka agar bisa ditransfer ke luar negeri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


3 × three =