Yang Harus Diperhatikan Sebelum Lapor SPT Pajak

Foto: Antara//Zabur Karuru

 

Jakarta  —  Batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak semakin dekat. Apa ada yang belum melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan? Tenang, kamu bisa melaporkannya secara elektronik melalui efiling dan e-form. 

Sebagaimana diketahui, batas waktu penyampaian SPT Tahunan tahun pajak 2017 bagi WP orang pribadi adalah 31 Maret 2018. Sedangkan untuk Wajib Pajak (WP) badan, berakhir pada 30 April 2018. Namun, penyampaian lebih awal akan lebih baik karena dapat menghindari kemungkinan server overload atau gangguan teknis pada jaringan internet, sehingga wajib pajak terhindar dari risiko terlambat lapor.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga mulai membuka layanan pemberian informasi terkait pelaporan SPT secara elektronik melalui kanal Twitter @kring_pajak (https://twitter.com/kring_pajak) dan live chat di situs www.pajak.go.id. Layanan informasi ini merupakan layanan tambahan di samping layanan pemberian informasi melalui telepon di Kring Pajak 1500 200.

Begini prosedur pelayanannya: 1. Pemberian nomor identitas pelaporan elektronik (Electronic Filing Identification Number/EFIN). WP yang lupa EFIN dapat menerima EFIN setelah melakukan konfirmasi data sebagai berikut:

  1. Nomor Pokok Wajib Pajak
  2. Nama
  3. Alamat terdaftar pada saat registrasi EFIN
  4. Alamat email atau nomor telepon seluler terdaftar pada saat registrasi EFIN, dan
  5. Tahun pajak SPT terakhir (misalnya SPT terakhir yang dilaporkan adalah SPT tahun pajak 2016 yang disampaikan pada Maret 2017, maka jawabannya adalah 2016)

WP  harus memberikan seluruh data tersebut kepada petugas Kring Pajak. Apabila data yang disampaikan cocok dengan data yang ada pada sistem DJP, maka WP akan menerima email dari informasi@pajak.go.id yang berisi informasi EFIN dalam file dengan format PDF, yang terproteksi kata sandi yang tercantum dalam email yang sama. 2.

Pemberian informasi kode pembayaran (kode billing) atau kode verifikasi penyampaian SPT. Bagi Wajib Pajak yang mengalami kendala dalam mendapatkan kode pembayaran (kode billing) atau kode verifikasi penyampaian SPT dapat menerima kode billing dan/atau kode verifikasi setelah melakukan konfirmasi data sebagai berikut:

  1. Nomor Pokok Wajib Pajak
  2. Nama
  3. Alamat email atau nomor telepon seluler terdaftar pada saat registrasi EFIN,
  4. EFIN, dan/atau
  5. Jenis SPT (misalnya SPT masa PPN, SPT tahunan PPh badan, atau SPT masa PPh), masa SPT, atau status SPT (nihil, lebih, atau kurang bayar).

Selain itu, WP juga perlu menyampaikan data NPWP dan paling sedikit dua data lainnya. Apabila data yang disampaikan cocok dengan data yang ada pada sistem DJP, maka informasi kode billing atau kode verifikasi akan disampaikan langsung kepada WP. Pemberian informasi melalui Twitterlive chat dan telepon, hanya dapat dilayani selama waktu operasional Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan DJP yaitu setiap hari kerja (SeninJumat) jam 08.0016.00.

DJP juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan SPT tahun pajak 2017, dengan memanfaatkan fasilitas penyampaian SPT secara elektronik yang dapat dilakukan melalui sistem DJP Online pada laman https://djponline.pajak.go.id. Bagi masyarakat/Wajib Pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar perpajakan dan berbagai program dan layanan yang disediakan Ditjen Pajak, kunjungi www.pajak.go.id atau hubungi Kring Pajak di 1500 200.

Rilis

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty − 8 =