Idul Adha, Sekjen PAN Jenguk Wali Kota Tegal di Tahanan KPK

 

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno terpaksa merayakan Idul Adha tahun ini di balik jeruji rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Keluarga pun membesuk untuk sama-sama merayakan hari besar ini.

Di antaranya yang membesuk Siti ialah Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Ia merupakan adik kandung Siti.

Mengenakan baju koko putih celana hitam panjang, Eddy melakukan pendaftaran sebelum masuk menemui Siti di tahanan.

Ia mengaku datang bersama keluarga, salah satunya merupakan anak Siti.

“Ini jam kunjungan hari besar dan kami sebagai keluarga datang untuk menjenguk, paling tidak menghabiskan sebagian dari waktu di Hari Raya Idul Adha ini dengan Ibu Siti Masitha yang merupakan kakak kandung saya. Jadi saya datang dengan keluarga dengan putra-putranya,” kata Eddy di Rutan C1 KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Eddy mengaku, membawa makanan salah satunya ketupat untuk disantap bersama.

Pertemuan kali ini adalah pertama kali setelah sang kakak tersandung kasus suap dana jasa kesehatan rumah sakit Kardinah dan penerimaan hadiah atau janji terkait sejumlah proyek di Pemerintah Kota Tegal Tahun 2017.

“Pertemuan saya yang pertama, jadi saya baru bisa komunikasi sekarang, gitu,” ujar Eddy.

Selain Siti Masitha, KPK juga menetapkan pengusaha bernama Amir Mirza Hutagalung dan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriadi sebagai tersangka.

Amir merupakan orang kepercayaan Siti. Posisinya itu membuatnya cukup disegani di Tegal.

KPK menyita uang sebesar Rp 200 juta dari rumah Amir yang juga dijadikan rumah pemenangan bagi Siti Masitha sebagai calon wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Tegal 2018.

Menurut KPK, uang tersebut merupakan bagian dari uang sebesar Rp 300 juta dari U yang merupakan Kepala Bagian Keuangan RSUD Kardinah.

Sementara itu, sisa Rp 100 juta itu ditransfer masing-masing Rp 50 juta ke dua rekening Amir.

Sejak Januari hingga Agustus 2017, menurut KPK, keduanya telah menerima Rp 5,1 miliar.

Diduga, pemberian uang terkait pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah kota Tegal dan fee dari proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Tegal TA 2017.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


12 + 1 =