Ketua KPU DKI Mundur

Foto: via Antara/AgungRajasa

 

Jakarta  —  Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengundurkan diri. Ia bakal maju dalam pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Ibu Kota Jakarta. “Pertama, secara etika tidak etis seorang penyelenggara menjadi peserta atau sebaliknya. Orang yang sedang mencalonkan masih berstatus penyelenggara itu tidak etis. Maka untuk menghindari konflik kepentingan itu, harus mengundurkan diri,” jelas Sumarno saat dihubungi, Kamis, 26 April 2018.

Ia juga menaati Peraturan KPU yang memerintahkan perangkatnya mundur sebelum mengumumkan niatan maju pada Pemilu Serentak 2019. Sumarno rela melepas jabatannya demi menjadi senator dan berkontribusi dalam percepatan pembanguan di Ibu Kota. Terlebih, dia pernah berkutat sebagai penyelenggara Pilkada DKI 2017.

“Terutama bagi saya adalah pembangunan demokrasi karena selama di KPU kan kita bergerak di bidang demokrasi elektoral,” ucap dia. Ada beberapa persoalan yang bisa ia lakukan ketika menjadi senator. Misal, ia bakal lebih leluasa berperan menjaga iklim demokrasi.

Ada pula pencegahan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang bakal lebih efektif dilakukan ketika ia menjadi senator. “Artinya pendewasaan politik masyarakat Jakarta memang harus terus menerus dipacu. Saya kira DPD bisa memerankan itu bekerja dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dengan DPR RI, dan seluruh stakeholder lainnya,” ucap Sumarno.

MedCom

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


16 − eight =