Lagi, Korut Tahan Seorang Warga AS

 

Korea Utara kembali melakukan penangkapan terhadap seorang warga negara Amerika Serikat (AS), Minggu (7/5). Warga AS tersebut, Kim Hak Song ditahan karena dicurigai melakukan tindakan melawan otoritas Korut. “Sebuah institusi yang relevan dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) menahan warga negara Amerika, Kim Hak Song pada tanggal 6 Mei di bawah undang-undang DPRK karena tindakannya yang bermusuhan,” sebut laporan kantor berita Korut, KCNA.

Menurut KCNA, Hak Song bekerja untuk Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang (PUST). Kampus ini didirikan oleh kaum Kristen evangelis dan dibuka pada tahun 2010. Pada umumnya, mahasiswa PUST adalah anak-anak dari kalangan kaum elit di Korut.

Sebuah pesan yang diposting di media sosial oleh Hak Song tertanggal Februari 2015 di situs gereja Korea-Brasil di Sao Paulo mengatakan, ia adalah seorang misionaris Kristen yang berencana untuk memulai sebuah peternakan eksperimental di PUST. Ia juga mencoba untuk membantu warga Korut Untuk belajar menjadi mandiri .

Tidak ada rincian lebih lanjut yang tersedia mengenai keadaan yang berkaitan dengan penangkapan Hak Song. Juru bicara PUST juga belum memberikan komentar terkait penangkapan Hak Song.

Hak Song adalah warga negara AS ke empat yang ditangkap oleh otoritas Korut. Sebelumnya, Korut telah menahan Kim Sang-Duk, seorang profesor di Yanbian University of Science and Technology. Lalu ada pula Kim Dong-Chul yang dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa karena dituduh ingin melakukan makar dan spionase.

Nama terakhir adalah Otto Warmbier, seorang mahasiswa University of Virginia berusia 22 tahun. Warmbier ditahan karena mencopot sebuah spanduk politik dari tembok hotel. Ia ditangkap aparat Korut ketika akan terbang meninggalkan Korut.

https://international.sindonews.com/read/1203311/40/lagi-korut-tahan-seorang-warga-as-1494190241

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twenty − one =