Peluru-peluru Tajam La Nyalla untuk Prabowo di Tahun Politik

Foto: Google image

 

Jakarta  —   Gagal maju di Pilgub Jawa Timur 2018 tak membuat La Nyalla Mattalitti mati kutu. La Nyalla, yang sebelumnya berjuang mendapatkan rekomendasi dari Gerindra dan juga dukungan PAN, menembakkan peluru-peluru tajam berisi tudingan kepada Prabowo Subianto di awal rangkaian tahun politik ini.

La Nyalla menggelar jumpa pers dan mengungkap adanya permintaan duit dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2017). Dalam acara itu, La Nyalla melemparkan tudingan serius, mengaku dimintai duit miliaran rupiah oleh Gerindra, juga Prabowo langsung agar rekomendasi sebagai bakal cagub Jatim turun.

Mantan ketum PSSI tersebut mengaku kecewa dengan sikap Prabowo. Padahal, dia mengklaim jasanya untuk partai berlambang kepala garuda merah itu tak kecil. “Yang jadi penyesalan, saya ini kader Gerindra sejak 2009 yang berjuang untuk 08 (Prabowo, -red) sampai 2018, saya geer (gede rasa) ternyata. Ultah Bu Rachma (Waketum Gerindra Rachmawati Soekarnoputri) di Hambalang saya dipanggil ketemu sama 08, disampaikan saya ingin maju kemudian saya minta izin. Sudah pernah ketemu Amien Rais, terakhir sama 08 sudah ok,” ucapnya.

“Prabowo sempat ngomong, ‘siapkan kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,’ tutur La Nyalla. La Nyalla mengaku dibentak-bentak Prabowo saat membahas soal duit. Dia pun tak terima dengan perlakuan yang didapatnya. “Sambil Pak Prabowo marah-marah sama saya, maki-maki saya. Saya dalam hati, nih orang kok sakit apa? Kok ngomongin duit Pilpres 2014, emangnya saya ikut campur sama duit Pilpres 2014,” ucap La Nyalla.

Dia turut menyeret Presidium Alumni 212 saat mengungkapkan tudingan tersebut. Dia berpesan agar ulama dan seluruh keluarga besar 212 tak mudah ‘ditumpangi’ partai politik. “Biar yang mengganjal ini tanggung jawab. Saya ingatkan ulama dan umat 212, jangan mau lagi ditumpang-tumpangi sama partai yang nggak jelas,” tegas La Nyalla.  Saking kecewanya, La Nyalla bahkan mengatakan akan keluar dari Gerindra dan tak mendukung Prabowo di Pilpres 2019 mendatang.

“Pertanyaannya, apakah saya akan dukung Prabowo 2019? Mohon maaf, ini saya orang bego kalau masih mendukung Prabowo Subianto. Dan saya yakin seluruh kader saya di Jatim itu tidak mau mendukung Prabowo Subianto. Ini sudah selesai. Jadi, kalau ditanya saya masih mau sama Gerindra, (jawabannya) tidak,” cetus dia.

Tudingan La Nyalla memantik elite Gerindra untuk merespons. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut tudingan syarat duit miliaran rupiah oleh Prabowo tidak ada benarnya sama sekali.  Riza menegaskan Gerindra bukanlah partai yang suka menarik duit dari pasangan calon yang akan mereka usung di kontestasi pemilihan kepala daerah. Dia bahkan menyebut Gerindra kerap menjadi penyokong dana utama.

“Partai Gerindra ketika itu Pak Hasjim ketika itu sampai Rp 62,5 miliar itu keluar uang untuk kepentingan Pilkada DKI Jokowi-Ahok,” tutur Riza.  Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga telah angkat bicara mengenai tudingan La Nyalla. Dia menyebut pernyataan La Nyalla tidak punya bukti. “Kalau dari Pak Prabowo nggak ada ya, dan saya tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti semacam itu ya,” kata Fadli Zon

 

Detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


9 − five =