Peringkat Utang Naik, Indonesia Makin Dipercaya Dunia

Foto: via Kemenkeu//Agus

 

Lembaga pemeringkat utang Moody’s Investor Service (Moody’s) meningkatkan peringkat utang alias Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia.

Dalam paparannya Jumat (13/4/2018), Moody’s mengangkat peringkat utang jangka panjang Pemerintah Indonesia dari status Baa3 alias Outlook Positif menjadi Baa2 alias Outlook Stabil.

Outlook stabil menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan, serta menunjukkan risiko yang berimbang.

Beberapa negara yang berada dalam posisi rating sama dengan Indonesia antara lain Spanyol, Kolombia, Uruguay, Filipina, Bulgaria, India, Italia, dan Panama.

Moody’s menilai, kerangka kebijakan ekonomi Indonesia makin kredibel dan efektif. Sehingga kondusif bagi stabilitas makroekonomi. Dengan penyangga kebijakan fiskal dan moneter, membuat Moody’s makin yakin, Indonesia makin kuat dan mampu merespons guncangan ekonomi.

Pemerintah dinilai disiplin menerapkan batas defisit APBN yang tak pernah melampaui 3 persen, sejak 2003. Moody’s juga menaikkan peringkat utang jangka menengah (medium term note) tanpa jaminan, dari peringkat Baa3 ke peringkat Baa2.

Untuk surat utang jangka panjang dengan mata uang asing dari Baa2 ke A3, dan peringkat deposito asing dari Baa3 ke Baa2. Sedangkan untuk obligasi mata uang rupiah, tak berubah, tetap dengan predikat A1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam unggahan di laman Facebooknya menjelaskan, peringkat Baa2 berarti surat berharga yang diterbitkan Indonesia ada dalam kategori “moderate credit risk” dan “medium grade“.

“Hal ini menunjukkan optimisme pihak eksternal terhadap kesehatan fiskal Indonesia, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang,” tulis Sri Mulyani, Jumat (13/4/2018).

Perubahan peringkat Moody’s ini menunjukkan reformasi struktural dan fiskal yang dilakukan Pemerintah bersama para pemangku kepentingan lainnya, termasuk Bank Indonesia dinilai baik.

Hingga kini, sudah ada 4 lembaga pemeringkat utang yang mengerek peringkat Indonesia. Selain Moody’s, lembaga yang sudah memberikan peringkat stabil untuk Indonesia adalah yakni Fitch Rating (Desember 2017), Japan Credit Rating Agency (12 Februari 2018), Rating and Investment Inc (7 Maret 2018).

Dengan naiknya rating ini, maka iklim investasi diperkirakan akan makin baik. Baik investasi portofolio atau investasi di sektor riil, yang akan menjadi pendorong utama dalam perekonomian.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyatakan kenaikan peringkat utang Moody’s merupakan optimisme akan membaiknya perekonomian Indonesia.

“Efek ke realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment) pun diperkirakan akan tumbuh 13,5 persen-14 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun lalu yang hanya 13,1 persen,” ujar dia saat dihubungi Sindonews.com Sabtu (14/4/2018).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai aneh jika ada pihak yang tak percaya dengan ekonomi Indonesia. “Lembaga rating internasional saja percaya. Aneh kalau ada orang yang tidak percaya,” ujar Darmin.

Beritagar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


2 × 3 =