Rencana Impor Dosen untuk Perguruan Tinggi, Komisi X DPR Tidak Setuju

Foto: via Aktual

 

Jakarta  —  Kembali mencuatnya rencana Pemerintah yang akan mengimpor tenaga pengajar untuk perguruan tinggi di Tanah Air menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Dalam hal ini, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, Indonesia memerlukan 200 tenaga dosen asing agar masuk reputasi dunia di bidang pendidikan. Mendengar hal tersebut, Marlinda Irwanti selaku Anggota Komisi X DPR RI meminta Kemenristekditi mengkaji ulang rencana tersebut.

“Saya meminta Kemenristekdikti mengkaji ulang rencana tersebut, impor dosen ini hanya salah satu indikator pengukuran reputasi dunia, masih banyak indikator lain yang tidak menyebabkan kegaduhan lagi di perguruan tinggi,” ujar Politisi Golkar ini, Jum’at (13/4/2018).

Ia menjelaskan, bahwa Kemenristekdikti harus mengkaji lebih seksama keputusan ini dan harus ada parameter yang jelas. “Apakah dosen tersebut memang lebih hebat dari prof dan doktor yang ada di Indonesia? Kita harus dapat knowledge atau transfer pengetahuannya tidak hanya sekedar menjadi pengajar,” tegasnya.

Dengan rencana Kemenristekditi yang akan mengimpor dosen luar, menjadi pertanyaan banyak pihak. Apakah ada valuenya buat perguran tinggi yang ada, karena Komisi X belum mendapatkan laporan dengan kegiatan impor profesor yang kemarin ditempatkan di perguran tinggi untuk meningkatkan jurnal Ilmiah, dan apakah dampak significannya bagi dunia pendidikan Indonesia. Patut dipertanyakan keputusan mengimpor dosen luar.

“Saya tidak sependapat kalau kekuatan pendidikan kita diukur dengan banyaknya impor profesor dan dosen menjadikan kekuatan perguruan tinggi kita masuk world class university dan saya minta hasil riset atau penelitian untuk menunjukkan dunia pendidikan kita membutuhkan import prof dan dosen akan meningkatkan reputasi dunia,” pungkasnya.

Kabar3

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


two × 3 =